.

Jumat, 28 Desember 2012

LINGKUNGAN

Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang eksplorasi dan proyek minyak dan gas bumi, PT.GAM-Bojonegoro selalu berupaya untuk menjaga kelestarian lingkungan dalam setiap kegiatan usahanya. Selain berdasarkan regulasi perundang-undangan yang berlaku, sebagai wujud dari implementasi pengelolaan dan perlindungan lingkungan, PT.GAM-Bojonegoro mengeluarkan Komitmen Manajemen tentang Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan tanggal 10 Juni 2010 dengan tujuan untuk melindungi setiap orang, aset perusahaan, lingkungan dan komunitas sekitar dari potensial bahaya yang berhubungan dengan kegiatan PT.GAM-Bojonegoro.

Salah satu wujud pelaksanaan dari komitmen manajemen tersebut adalah menurunkan kadar H2S dalam vapor minyak mentah dengan menginjeksikan chemical kedalam minyak mentah di area pig launcher. Dengan menurunnya kadar H2S, memberikan bukti bahwa Perusahaan berkomitmen untuk menjaga keharmonisan dengan lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.

Selain itu, untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang lingkungan, PT.GAM-Bojonegoro bersama masyarakat dan KOPASUS Kartasura Solo Jawa Tengah melakukan aksi kegiatan penanaman pohon dan berbagai kegiatan lainnya dalam pengelolaan lingkungan. PT.GAM-Bojonegoro juga melakukan berbagai macam efisiensi dalam penggunaan listrik dan energi dengan mengacu pada aturan yang tercantum dalam peraturan internal Breaktrough Project (BTP) dari HSE-Direktorat Umum PT.GAM-Bojonegoro Tahun 2011.

Untuk melindungi masyarakat secara luas dari dampak negatif kegiatan operasi, PT.GAM-Bojonegoro senantiasa melakukan secara konsisten kegiatan-kegiatan: a. Analisa Dampak Lingkungan dengan menerapkan RKL dan RPL. b. Penerapan persyaratan Proper untuk menekan tingkat pencemaran. c. Kegiatan rutin Management Walkthrought (MWT) setiap 3 bulan untuk memonitor aspek operasional dan HSE.

Ketenagakerjaan, Kesehatan, dan Kesehatan Kerja

PT.GAM-Bojonegoro menganggap karyawan sebagai aset terpenting dan berharga bagi perusahaan dan sangat menghargai setiap kontribusi yang diberikan karyawan secara transparan dan berkeadilan. Oleh karena itu PT.GAM-Bojonegoro mengupayakan untuk selalu meningkatkan kualitas kehidupan kerja. Konsep kualitas kehidupan kerja mengungkapkan pentingnya penghargaan terhadap manusia dalam lingkungan kerjanya. Dengan demikian peran penting dari kualitas kerja adalah mengubah iklim kerja agar organisasi secara teknis dan manusiawi membawa kepada kualitas kehidupan kerja yang lebih baik. Kebijakan pokok ketenagakerjaan dan hubungan dengan karyawan mengacu pada Peraturan Perusahaan PT.GAM-Bojonegoro yang telah ditandatangani oleh Direktur Utama.

PT.GAM-Bojonegoro menyadari adanya potensi risiko bahaya dalam pelaksanaan pekerjaan seperti kebakaran, ledakan, kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan. Hal ini mendasari kami untuk mengelola aspek Health, Safety & Environment (HSE) semaksimal mungkin untuk mewujudkan operasi yang aman, andal dan efisien guna mendukung visi dan misi PT.GAM-Bojonegoro.

PT.GAM-Bojonegoro berpedoman pada kebijakan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang dikeluarkan oleh PT Pertamina (Persero) dalam menjalankan operasional perusahaan. Dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut PT.GAM-Bojonegoro mengeluarkan Komitmen Manajemen tentang Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lindungan Lingkungan tanggal 10 Juni 2010 dengan tujuan untuk melindungi setiap orang, aset perusahaan, lingkungan dan komunitas sekitar dari potensial bahaya yang berhubungan dengan kegiatan PT.GAM-Bojonegoro.

Komitmen tersebut berupa:

1. Memberikan prioritas pertama untuk aspek HSE di lingkungan Wilayah Kerja, Kantor dan tempat-tempat / lokasi terkait lainnya. 2. Mengidentifikasi potensi bahaya dan mengurangi risiko serendah mungkin untuk mencegah terjadinya insiden. 3. Menggunakan teknologi terbaik untuk mengurangi dampak dari kegiatan operasi terhadap manusia, aset dan lingkungan di Wilayah Kerja tersebut. 4. Menjadikan kinerja HSE dalam penilaian dan penghargaan terhadap semua pekerja PT.GAM-Bojonegoro. 5. Meningkatkan kesadaran dan kompetensi pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan benar dan aman serta efisien dan efektif. 6. Menciptakan dan memelihara harmonisasi hubungan dengan pemangku kepentingan (stakeholders) di sekitar kegiatan usaha untuk membangun kemitraan yang saling percaya dan menguntungkan. Untuk selalu meningkatkan pengelolaan HSE di lingkungan perusahaan, sepanjang tahun 2011 PT.GAM-Bojonegoro telah mengadakan kegiatan-kegiatan yang mendukung peningkatan kompetensi karyawan di bidang HSE. (lihat Tabel Training Tahun 2011 halaman 139). Hasil pengelolaan HSE yang dilakukan secara terus menerus terlihat pada prestasi perusahaan yang mencapai zero accident pada tahun 2011.

PT.GAM-Bojonegoro memberikan jaminan kesehatan kepada semua pegawai dan asuransi Jamsostek. PT.GAM-Bojonegoro menjamin kesetaraan gender dan kesempatan kerja yang luas bagi semua karyawan tanpa memandang jenis kelamin, suku maupun agama dan kepercayaan pegawai.

BERITA TERKINI DARI INDUSTRI

Under Project

PEPC NEWS

Under Project

Kamis, 27 Desember 2012

Pengembangan Sosial dan Kemasyarakatan

Sebagai bagian dari masyarakat, Pertamina EP Cepu berusaha untuk selalu menyelaraskan kehadiran dan usahanya dengan masyarakat sekitar. Oleh karena itu Pertamina EP Cepu berusaha untuk terus melakukan program pengembangan sosial dan kemasyarakatan agar secara bersama dapat mencapai masyarakat yang mandiri dan sejahtera.

Pertamina EP Cepu mewujudkan tujuan tersebut dalam bentuk:

Melakukan rekrutmen dari sumber tenaga kerja lokal sepanjang memungkinkan

Mengundang perusahaan-perusahaan yang lolos kualifikasi dari daerah sekitar Pertamina EP Cepu untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan.

Memberikan bantuan perbaikan sarana dan prasarana sosial

Memberikan donasi bidang pendidikan, kesehatan, sosial-budaya dan lain-lain.

Di bidang pendidikan, pada tahun 2011 Pertamina EP Cepu menyalurkan dana untuk kegiatan:

Penerbitan buku “Karya Anak Bangsa 2011” Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya.

Seminar Deklarasi Gerakan dan Konferensi dengan tema “Transformasi Administrasi Menuju Indonesia Bangkit’’ bagi warga sekitar maupun siswa/mahasiswa dengan memberikan informasi dan pengenalan mengenai Pertamina EP Cepu dengan Universitas Indonesia,

Seminar IOR 2011 dan Seminar Pekerja pada 22 Desember 2011, Beasiswa siswa berprestasi, anak yatim dan kurang mampu di Panti Asuhan Anak “Muslimin” - Yayasan Rumah Piatu Muslimin di sekitar Unit eksplorasi.

Pemberian bantuan pendidikan untuk mendukung sarana dan prasarana belajar mengajar sekolah di wilayah sekitar ekplorasi.

Pemberian bantuan untuk kegiatan kemahasiswaan seperti seminar, KKN, dan magang.

Dalam bidang pengembangan sosial dan budaya masyarakat, Pertamina EP Cepu melakukan kegiatan-kegiatan berikut :

Panjar Safari Ramadhan Pertamina EP Cepu tahun 2011

l Parade seni budaya Blora tahun 2011

l Kegiatan ‘’Kartini Petualang’’ dalam rangka memperingati Hari Kartini dan kesetaran gender

l Sumbangan untuk Jambore Kewirausahaan Pelajar Nasional

Struktur Pengelola & Metode Program CSR

Struktur Pengelola CSR

Pengelolaan CSR Pertamina EP Cepu dilakukan dibawah fungsi Human Resouces and General Affairs. Kegiatan yang dilakukan dalam rangka pengelolaan CSR antara lain mencakup perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi kegiatan-kegiatan CSR yang dilakukan oleh Perusahaan.

Metode Program CSR

Pertamina EP Cepu merancang dan melaksanakan program CSR secara sistematis dan terpadu. Pelaksanaan CSR Pertamina EP Cepu dilakukan dengan metode partisipatif, yaitu dengan memberdayakan potensi daerah yang ada agar dapat meningkatkan kemampuan, penghasilan dan kemakmuran secara berkelanjutan. Pertamina EP Cepu melakukan evaluasi dan monitoring atas program-program CSR yang dilakukan agar program-program CSR tersebut dapat mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

Struktur Pengelola & Metode Program CSR

Search...

Kontak Kontak Karir Karir HSE HSE Berita Berita Procurement Procurement CSR Perusahaan CSR Perusahaan Bisnis Perusahaan Bisnis Perusahaan Tentang Kami Tentang Kami

Pendahuluan

Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi, Pertamina EP Cepu menyadari bahwa keberlanjutan bisnis perusahaan salah satunya bergantung pada adanya harmonisasi bisnis perusahaan dengan lingkungan hidup dan lingkungan sosial. Oleh karena itu, Pertamina EP Cepu sangat memandang penting konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dalam menjalankan bisnis perusahaan.

Untuk melaksanakan konsep pembangunan berkelanjutan tersebut, Pertamina EP Cepu menggunakan pendekatan bahwa pertumbuhan laba perusahaan (profit) harus sejalan dengan upaya menjaga kelangsungan lingkungan (planet) dan menjaga keseimbangan kehidupan sosial (people). Konsep tanggung jawab sosial (corporate social responsibility) Pertamina EP Cepu berdasar kepada upaya harmonisasi ketiga hal tersebut.

Sejalan dengan perjalanan menjadi perusahaan kelas dunia dengan laba yang terus meningkat, Pertamina EP Cepu sebagai anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang di miliki negara, terus menjalankan komitmennya untuk menjadi perusahaan warga negara yang baik (good corporate citizenship) untuk bersama membangun kualitas kehidupan yang lebih baik dengan masyarakat dan lingkungan sosial di mana perusahaan tersebut berada.

Dengan pendekatan tripple bottom lines yang meliputi kinerja ekonomi (economic performance), kinerja lingkungan (environmental performance), dan kinerja sosial (social performance), diharapkan keberadaan Pertamina EP Cepu tidak hanya bermanfaat bagi para pemegang saham (shareholders), tetapi juga bagi pemangku kepentingan (stakeholders) yang lebih luas yaitu pegawai, konsumen, pemasok, masyarakat sekitar, negara dan lain-lain.

Penghargaan

Bulan dan Tahun Jenis Penghargaan dan Bulan Penganugrahan Pemberi Penghargaan Oktober 2011 Penghargaan Annual Pertamina Quality Award 2011 Konvensi CIP Kategori Silver untuk Gugus Kendali Mutu (GKM) OPTIMA. PT Pertamina (Persero) Bulan dan Tahun Jenis Penghargaan dan Bulan Penganugrahan Pemberi Penghargaan September 2011 Penghargaan Konvensi CIP Tingkat Direktorat Hulu 2011 Kategori Silver untuk Gugus Kendali Mutu (GKM) OPTIMA. PT Pertamina (Persero) Bulan dan Tahun Jenis Penghargaan dan Bulan Penganugrahan Pemberi Penghargaan Oktober 2011 Penghargaan Annual Pertamina Quality Award 2011 Konvensi CIP Kategori Silver untuk Proyek Kendali Mutu (PKM) LIGHT. PT Pertamina (Persero) Bulan dan Tahun Jenis Penghargaan dan Bulan Penganugrahan Pemberi Penghargaan September 2011 Penghargaan Konvensi CIP Tingkat Direktorat Hulu 2011 Kategori Silver untuk Proyek Kendali Mutu (PKM) LIGHT. PT Pertamina (Persero) Bulan dan Tahun Jenis Penghargaan dan Bulan Penganugrahan Pemberi Penghargaan September 2011 Penghargaan Pencapaian 1.607.371 Jam Kerja tanpa kecelakaan kerja untuk tahun 2011. Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi DKI Jakarta Bulan dan Tahun Jenis Penghargaan dan Bulan Penganugrahan Pemberi Penghargaan November 2012 Penghargaan Annual Pertamina Quality Award 2012 Konvensi CIP Kategori Silver untuk Proyek Kendali Mutu (PKM) OPTIMA. PT Pertamina (Persero) September 2012 Penghargaan Konvensi CIP Tingkat Direktorat Hulu 2012 Kategori Silver untuk Proyek Kendali Mutu (SS) AJI-HASAN. Direktorat Hulu Bulan dan Tahun Jenis Penghargaan dan Bulan Penganugrahan Pemberi Penghargaan November 2012 Penghargaan Kepada Direktur Utama PT. Pertamina EP Cepu Atas Partisipasinya Dalam Mensukseskan Program "Singkarak Go Green" Guna Mendukung Gerakan Penanaman Satu Milyar Pohon. Mentri Kehutanan RI Penghargaan Search... Kontak Kontak Karir Karir HSE HSE Berita Berita Procurement Procurement CSR Perusahaan CSR Perusahaan Bisnis Perusahaan Bisnis Perusahaan Tentang Kami Tentang Kami

Manajemen

DIREKSI


Nama    : Sumber Purnomo, ST

Jabatan : Presiden Direktur






 DIREKSI


Nama
Ja

Visi dan Misi

Visi Menjadi Role-Model Anak Perusahaan Hulu di Bidang Minyak dan Gas di dalam kegiatan kemitraan dan pembinaan SDM profesional. Misi a. Mendukung target yang dibebankan oleh Negara kepada PT Pertamina (Persero) untuk menemukan cadangan Migas baru dan meningkatkan produksi Migas Nasional, khususnya di Blok Cepu serta b. Menjadi entitas bisnis yang memiliki reputasi tinggi yang dikelola secara profesional, fokus dan memiliki keunggulan kompetitif dengan menggunakan teknologi modern kelas dunia yang dihasilkan dari kemitraan dengan World Class Company sehingga memberikan nilai tambah lebih kepada para stakeholders terutama pemegang saham, pelanggan, pekerja dan masyarakat luas.

Sejarah Perusahaan

BERDASARKAN Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi dan PP No. 31 Tahun 2003 Tentang “Pengalihan Bentuk Pertamina menjadi Pertambangan dan berubah bentuk menjadi PT Pertamina (Persero). Sebagai aturan pelaksana Undang-Undang No. 22 Tahun 2001, Pemerintah menerbitkan PP No. 35 Tahun 2004 Tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi dimana pada Pasal 104 dinyatakan bahwa Kontrak - Kontrak Pertamina Technical Assistant Contract (TAC) & Enhanced Oil Recovery (EOR) beralih ke PT Pertamina (Persero) dan wilayah bekas Kontrak tersebut tetap merupakan bagian wilayah kerja PT Pertamina (Persero). Dengan demikian TAC Blok Cepu seharusnya menjadi wilayah kerja PT Pertamina (Persero). Tidak lama kemudian Pemerintah menerbitkan PP No. 34 tahun 2005 tentang Perubahan atas PP No. 35 Tahun 2004 mengenai Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, dimana dengan alasan untuk mempercepat produksi Migas maka Kontrak TAC Blok Cepu dapat diubah ke Kontrak Kerja Sama (KKS) dan tidak otomatis dikembalikan sebagai Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Pertamina. Tanggal 17 September 2005, menjadi titik awal beroperasinya organisasi Pertamina EP Cepu dengan ditandatanganinya Kontrak Kerja Sama (KKS) Blok Cepu antara BPMIGAS atas nama Pemerintah dengan Kontraktor yaitu Mobil Cepu Limited (MCL) dan Ampolex (keduanya anak perusahaan Exxon Mobil) serta Pertamina EP Cepu (Anak Perusahaan PT Pertamina (Persero)) dengan jangka waktu kontrak 30 tahun. Komposisi PI masing - masing pihak dalam Kontraktor adalah MCL dan Ampolex (50%) dan Pertamina EP Cepu (50%). Pada tanggal 30 Oktober 2008 dan 26 menyertakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai salah satu Participating Interest (PI) sebesar 10% sehingga PI Pertamina EP Cepu menjadi 45%, MCL dan Ampolex menjadi 45%. Blok Cepu merupakan WKP Migas yang mencakup 3 (tiga) wilayah Kabupaten yaitu Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban - Provinsi Jawa Timur serta Kabupaten Blora - Provinsi Jawa Tengah. Untuk mengelola kegiatan Migas dalam KKS Blok Cepu tersebut maka dengan proses yang panjang akhirnya pada tanggal 15 Maret 2006 ditandatangani JOA Blok Cepu antara MCL, Ampolex dan Pertamina EP Cepu dimana dinyatakan berlaku efektif mundur sejak tanggal 17 September 2005. Di dalam JOA tersebut juga dinyatakan bahwa MCL ditunjuk sebagai Operator Blok Cepu. Ada 3 (tiga) kegiatan utama Minyak dan Gas sektor Hulu di Blok Cepu yang dimulai sejak sejak tahun 2006, yaitu kegiatan Eksplorasi, Pengembangan Lapangan Minyak Banyu Urip dan kegiatan Perencanaan Pengembangan Lapangan Gas Jambaran-Cendana. Ke-3 jenis kegiatan tersebut dilakukan baik dalam bentuk studi, perencanaan teknis, pengurusan perijinan kegiatan dan anggaran maupun kegiatan operasional (eksekusi) di lapangan. Kegiatan Eksplorasi Blok Cepu sejak awal tahun 2007 relatif dapat berjalan sesuai program, namun untuk kegiatan pemboran eksplorasi terjadi beberapa keterlambatan jadwal akibat masalah pengadaan rig pemboran. Mulai tahun 2010 ini pemboran eksplorasi (wildcat dan delineasi) akan dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan Rig yang dikontrak khusus untuk 2 (dua) lokasi pemboran dan dibuka opsi tambahan sampai total 7 (tujuh) lokasi pemboran. Kegiatan Pengembangan Lapangan Minyak Banyu Urip banyak mengalami keterlambatan, dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu dengan Proyek Early Production Facilities (EPF) yang dilaksanakan sejak tahun 2007. Pada tanggal 31 Agustus 2009 BPMIGAS menetapkan First Commercial Production atas produksi minyak dari Lapangan Banyu Urip dengan produksi rata-rata 2.160 BOPD (45% share). Pada tanggal 17 Agustus 2011 telah ditandatangani Head Of Agreement (HOA) antara MCL, Pertamina EP Cepu, dan PT Pertamina EP (PEP) berisikan Unitisasi Lapangan Jambaran (milik KKKS Blok Cepu) dengan lapangan Tiung Biru (milik PEP), Pertamina EP Cepu sebagai operator Unitisasi Lapangan Jambaran-Tiung Biru dan pengembangan terintegrasi lapangan Unitisasi dengan Lapangan Cendana. Hal tersebut merupakan babak baru bagi Pertamina EP Cepu khususnya untuk dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam pengembangan Lapangan Jambaran Tiung Biru dari semula hanya merupakan Non Operator di Blok Cepu kemudian menjadi Operator Unitisasi Lapangan Jambaran Tiung Biru serta meningkatkan nilai bagi PT Pertamina Pengembangan Gas Cepu akan melaksanakan proyek pengembangan dengan skedul percepatan yang ditargetkan on stream produksi kotor sebesar 315 MMSCFD (Raw Gas) pada tahun 2016. Sesuai dengan Misi perusahaan untuk memenuhi target yang ditugaskan oleh Negara kepada PT Pertamina (Persero) untuk meningkatkan produksi Migas Nasional dan menemukan cadangan Migas baru, khususnya di Blok Cepu, maka rencana jangka panjang ini akan menjabarkan arah strategis dan dampak dari program kerja yang direncanakan Pertamina EP Cepu untuk lima tahun mendatang, baik fungsi atau tugas Pertamina EP Cepu sebagai partner Operator Pengembangan Blok Cepu dan sebagai Operator Unitisasi Lapangan Jambaran Tiung Biru maupun sebagai institusi anak perusahaan yang mendapat wewenang untuk Pengawasan Penyaluran Minyak Mentah PT Pertamina (Persero) Banyu Urip – FSO Cinta Natomas. Agar sasaran yang telah ditetapkan dapat tercapai secara efektif, maka Pertamina EP Cepu akan melakukan pembenahan dan perbaikan baik internal maupun eksternal. Internal Pertamina EP Cepu akan melakukan langkah-langkah perbaikan secara sistematis, terarah dan berkesinambungan mulai dari bisnis proses sampai kepada peningkatan kemampuan SDM yang lebih profesional dan berkelas dunia. Peningkatan kemampuan SDM ini akan berguna bagi kelangsungan usaha Pertamina EP Cepu kedepan pada khususnya dan berguna bagi PT Pertamina (Persero) untuk mengembangkan proyek-proyek yang sejenis, yang lebih besar dan yang lebih menantang lainnya pada umumnya. Perbaikan eksternal, Pertamina EP Cepu akan melakukan usaha-usaha pendekatan persuasif terhadap para partner dan pihak-pihak lain yang terkait untuk mendorong operator dalam mencapai target penyelesaian Full Filed Development yaitu pertengahan tahun 2014, disamping usaha peningkatan produksi existing dari Early Production Facilities (EPF) dari 20.000 BOPD menjadi lebih dari 27.000 BOPD.

Rabu, 26 Desember 2012

Profil Perusahaan

Sebagai salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero), PT. Pertamina EP Cepu (PEPC) memiliki target kinerja yang ditetapkan oleh induk perusahaan. Disadari bahwa target kinerja tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dicapai, namun seluruh jajaran staff PEPC yakin bahwa dengan dorongan dan dukungan semua pihak maka target tersebut bukan tidak mungkin untuk dicapai. PT. Pertamina EP Cepu (PEPC) saat ini mempunyai 2 (dua) tugas utama yang harus dilaksanakan dalam rangka pencapaian target-target corporate yaitu : Sebagai Partner/ Co-Venture Non Operator dalam pengelolaan Blok Cepu dgn PI 45%. Sebagai pelaksana Pengawasan Penyaluran Minyak Mentah Produksi EPF Banyu Urip yg dibeli oleh Pertamina Hilir dan dialirkan dari Banyu Urip sampai ke FSO Cinta Natomas JOB-PPEJ. Ada 3 (tiga) kegiatan utama di Blok Cepu yang dimulai sejak sejak tahun 2006, yaitu kegiatan Eksplorasi, Pengembangan Lapangan Minyak Banyu Urip dan kegiatan Perencanaan Pengembangan Lapangan Gas Jambaran-Cendana. Ke-3 jenis kegiatan tersebut dilakukan baik dalam bentuk studi, perencanaan teknis, pengurusan perijinan kegiatan dan anggaran maupun kegiatan operasional (eksekusi) di lapangan. Kegiatan Eksplorasi Blok Cepu sejak awal tahun 2007 relatif dapat berjalan sesuai program, namun untuk kegiatan pemboran eksplorasi terjadi beberapa kelambatan jadwal akibat masalah pengadaan rig pemboran. Mulai tahun 2010 ini pemboran eksplorasi (wildcat dan delineasi) akan dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan Rig yang dikontrak khusus untuk 2 (dua) lokasi pemboran dan dibuka opsi tambahan sampai total 7 (tujuh) lokasi pemboran. Kegiatan Pengembangan Lapangan Minyak Banyu Urip yang banyak mengalami keterlambatan, dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu dengan Proyek Early Production Facilities (EPF) yang dilaksanakan sejak tahun 2007, berhasil memproduksikan minyak mulai tanggal 31 Agustus 2009. Pada saat ini produksi EPF Banyu Urip mencapai angka rata-rata 18.800 BOPD. Kegiatan Full Field Development Lapangan Minyak Banyu Urip melalui proyek EPC1-5, sampai pertengahan 2010 berada pada tahapan persetujuan Procurement Plan oleh BPMigas. Proses pra-kualifikasi tender sudah dimulai sejak kwartal pertama tahun 2010, paralel dengan proses persetujuan AFE masing-maisng EPC oleh BPMigas, dengan target Contract Award akan selesai pada kwartal pertama dan kedua tahun 2011. Perusahaan mempersiapkan skenario Pengembangan Blok Cepu dengan berlandaskan kondisi legal saat ini yang masih mengacu pada Joint Operating Agreement (JOA) yang ada dimana PEPC sebagai partner MCL.